Cashless Bikin Praktis atau Bikin Boros? Ini Faktanya!

Dini

Dini

Contributor

23 Juni 2026
2 min baca
7 dilihat
Sistem-digitalisasi-keuangan

“Cuma scan QR, kopi langsung dibayar. Tidak terasa, saldo bulanan pun ikut menghilang.”

Pemandangan seperti ini sudah menjadi hal yang biasa di berbagai sudut Kota Malang. Mulai dari kafe, restoran, minimarket, hingga pedagang kaki lima, hampir semuanya telah menyediakan pembayaran digital melalui QRIS dan dompet elektronik. Kemudahan transaksi tanpa uang tunai memang membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih praktis. Namun di balik kenyamanan tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah gaya hidup cashless membantu masyarakat mengelola keuangan dengan lebih baik, atau justru membuat pengeluaran semakin sulit dikendalikan?

Cashless Lifestyle di Malang: Kemudahan atau Tantangan bagi Pengelolaan Keuangan?

Kota Malang dikenal sebagai salah satu kota pendidikan dengan aktivitas ekonomi yang cukup dinamis. Perkembangan teknologi pembayaran digital membuat masyarakat semakin terbiasa melakukan transaksi tanpa uang tunai. Kehadiran QRIS, mobile banking, dan berbagai dompet digital memberikan kemudahan dalam melakukan pembayaran hanya melalui telepon genggam.

Bagi sebagian masyarakat, sistem cashless membantu aktivitas menjadi lebih efisien. Transaksi dapat dilakukan dengan cepat, riwayat pembayaran tersimpan secara otomatis, dan pengguna tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar. Penelitian menunjukkan bahwa pembayaran cashless dipilih karena dianggap praktis, cepat, dan memudahkan aktivitas sehari-hari.

Namun, kemudahan tersebut juga memiliki sisi lain. Proses pembayaran yang hanya membutuhkan beberapa detik sering membuat pengguna kurang menyadari jumlah pengeluaran yang telah dilakukan. Promo cashback, diskon, dan kemudahan checkout juga dapat mendorong perilaku konsumtif, terutama pada kalangan mahasiswa dan generasi muda.

Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan dompet digital yang tidak diimbangi dengan literasi keuangan yang baik dapat meningkatkan kecenderungan belanja impulsif. Oleh karena itu, kemampuan mengatur anggaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memantau pengeluaran menjadi semakin penting di era cashless seperti saat ini.

Pada akhirnya, cashless lifestyle bukan sepenuhnya menjadi masalah maupun solusi. Kehadiran teknologi pembayaran digital memang memberikan kemudahan yang besar bagi masyarakat Malang, tetapi manfaatnya akan lebih optimal apabila disertai dengan pengelolaan keuangan yang bijak. Dengan literasi keuangan yang baik, masyarakat dapat menikmati kemudahan transaksi digital tanpa harus terjebak dalam perilaku konsumtif yang berlebihan.

 

Tags
CashlessLifestyle QRIS E-Wallet GayaHidupDigital
Link berhasil disalin ke clipboard!
Kembali ke Atas
Chat WhatsApp