Menjelang 17 Agustus, suasana di Malang mulai berubah. Bendera dan atribut merah putih mulai menghiasi lingkungan, sementara berbagai persiapan acara kemerdekaan dilakukan di tingkat kampung hingga instansi.
Tahun ini, Indonesia akan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk mulai menyemarakkan peringatan dengan atribut kemerdekaan sejak pertengahan Juli.
Di balik kemeriahannya, ada satu hal yang sering terlupakan: biaya ikut merayakan 17 Agustus.
Tanpa kita sadari, biaya yang diperlukan dalam rangka memeriahkan 17 Agustus cukup banyak. Mulai dari iuran lingkungan, membeli atribut merah putih, menyiapkan kostum lomba, hingga jajan saat acara. Kalau tidak direncanakan, pengeluaran kecil tersebut bisa menumpuk tanpa terasa.
Lalu, bagaimana tetap ikut meramaikan HUT RI tanpa membuat keuangan berantakan?
Tentukan Batas Pengeluaran untuk Agustusan
Sebelum ikut berbagai kegiatan, tentukan dulu anggaran khusus untuk kebutuhan 17 Agustus.
Misalnya, siapkan Rp100.000–Rp200.000 untuk satu bulan. Anggaran tersebut bisa digunakan untuk iuran, membeli perlengkapan lomba, atau kebutuhan lainnya.
Dengan begitu, pengeluaran Agustusan tidak mengambil jatah uang makan, transportasi, atau tabungan.
Jangan Meremehkan Pengeluaran Kecil
“Cuma beli bendera Rp20 ribu.”
“Cuma iuran Rp10 ribu.”
“Cuma beli makanan Rp15 ribu.”
Masalahnya bukan pada satu pengeluaran, tetapi ketika semuanya terjadi berkali-kali. Karena itu, catat seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan kegiatan 17 Agustus. Bahkan nominal kecil sekalipun. Dari sini kita bisa melihat apakah pengeluaran tersebut masih sesuai dengan anggaran atau mulai berlebihan.
Manfaatkan Barang yang Sudah Ada
Ikut lomba atau menghias lingkungan tidak selalu berarti harus membeli barang baru. Kardus, kertas, kain, botol plastik, atau pakaian yang sudah ada di rumah bisa dimanfaatkan kembali untuk dekorasi maupun kostum. Selain lebih hemat, menggunakan barang yang tersedia juga bisa membuat kegiatan Agustusan menjadi lebih kreatif.
Bedakan Ikut Meriah dan Ikut Belanja
Semarak 17 Agustus memang sering membuat kita ingin membeli berbagai hal bertema kemerdekaan. Namun, tidak semua dekorasi, aksesori, atau makanan yang muncul selama bulan Agustus harus dibeli. Merayakan kemerdekaan tidak harus identik dengan meningkatkan pengeluaran. Pilih kegiatan yang memang ingin diikuti dan sesuaikan dengan kemampuan keuangan.
Jadikan Agustusan sebagai Momentum UMKM Lokal
Ada sisi lain yang menarik dari ramainya kegiatan kemerdekaan di Malang.
Berbagai acara kampung dapat menjadi kesempatan bagi UMKM sekitar untuk menjual makanan, minuman, pakaian, atau produk lokal. Kegiatan masyarakat pun bisa memberikan perputaran uang bagi usaha kecil di lingkungan sekitar.
Jadi, kalau memang ingin membeli sesuatu untuk memeriahkan 17 Agustus, prioritaskan produk UMKM lokal.
Dompet tetap perlu dijaga, tetapi uang yang dikeluarkan juga bisa ikut menggerakkan ekonomi sekitar.
Meriah Boleh, Boros Jangan
Semarak HUT RI di Malang seharusnya menjadi momen untuk berkumpul dan menikmati kebersamaan, bukan alasan untuk membuat pengeluaran tidak terkendali.
Dengan menetapkan anggaran, mencatat pengeluaran kecil, dan memanfaatkan barang yang sudah tersedia, kita tetap bisa ikut merayakan kemerdekaan tanpa mengorbankan kondisi keuangan.
Sebab, setelah lomba selesai dan dekorasi diturunkan, tagihan dan kebutuhan sehari-hari tetap harus dibayar.
Jadi tahun ini, mari merayakan kemerdekaan dengan semangat: meriah acaranya, sehat juga keuangannya.